Seminggu yang ter-Pause


-pause-

Awalnya, saya hanya merasa pegal-pegal. Kemudian, lemas. Dan  entah bagaimana saya akhirnya benar-benar terkapar. Kondisi saya ambruk. Tak ada tenaga sama sekali. Pandangan saya tak fokus. Seluruh badan rasanya bagai dipanggang. Tenggorokan kering bukan main. Lambung melilit-lilit, serba salah. Rasanya seperti mau mati. Serius.

Sampai saya sempat negosiasi pada Pemilik usia, “ya Robb, kalau memang ini akhir usia saya, tolong pertemukan dulu saya dengan orang-orang terdekat saya…”

Tuh! Ampe segitunya ya kalo lagi sakit, hehe.

Tapi akhirnya saya ngeh kalau dosa saya sedang digugurkan. Akhirnya saya sadar, bahwa selama ini saya bandel. Saya tidak menjaga kesehatan saya dengan baik, sehingga wajar ketika dengan tanpa basa-basi, penyakit itu datang menyapa.

Saya pun mohon ampun pada Pemilik Usia, atas kelalaian saya selama ini. Andai kata malaikat bisa nyindir, mungkin dia bakal bilang gini, “kayaknya kalo ga dikasih sakit, ga bakal minta ampun ye?”

Astagfirullahal’adzim…

Hm, selama ‘dikarantina’ kemarin, lagi-lagi Allah membuat saya spechleess…

Betapa tidak, Allah Maha Baik, tegurannya ini datang justru pada saat yang tepat.

Tepat pegimane?

Begini, seumur-umur saya kerja dan kuliah sekaligus, baru kali ini saya sakit sampai satu minggu full. Dan, meskipun tidak bisa menghandle waktu kerja, tapi untungnya saya sakit seminggu ini pas kuliah saya sedang libur. Oo… subhanallah… *.*

Sebenarnya bisa aja kan kalau Allah mau, pas UAS kemaren itu saya jatuh sakitnya? tapi ternyata pas kuliah dan uas kemarin-kemarin saya masih sehat… hm, subhnallah.

Itulah hebatnya Allah yang masih bermurah hati pada saya, sehingga istirahat saya ketika sakit ini benar-benar total.  Alhamdulillah…

Belum lagi, dengan adanya anugerah mama dan bapak, keluarga, sahabat, orang-orang terdekat serta orang-orang yang dengan tulus telah mendoakan saya, terima kasih banyak ya Allah…

Betapa Allah menyayangi saya…

Lagi-lagi saya harus bertanya lebih dalam lagi pada diri saya sendiri, ‘maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?’

Image

-play-

Wahai… Pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dariMu
Kupasrahkan semua padaMuTuhan… Baru ku sadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini kuharapkan cintaMu

Kata-kata cinta terucap indah
Mengalun berzikir di kidung doaku
Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku
Butir-butir cinta air mataku
Teringat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya ilahi….
Muhasabah cintaku…

Tuhan… Kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika ku harus mati
Pertemukan aku denganMu

(Edcoustic- Muhasabbah Cinta)

*sumber foto : http://3.bp.blogspot.com/-DxxmbjUh80o/T9nUSoX64PI/AAAAAAAAAWQ/dsoiwbDeSaI/s1600/Romantic-autumn-daydreaming-18932448-1024-768.jpg

Karawang, 03-02-2013. Ahad…🙂

DNA

2 thoughts on “Seminggu yang ter-Pause

  1. إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ وَإِنَّ اللهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا اِبْتَلاَهُمْ، فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ.
    “Sesungguhnya besarnya pahala sesuai dengan besarnya cobaan (ujian), Dan sesungguhnya apabila Allah mencintai satu kaum Ia akan menguji mereka, maka barangsiapa ridha, baginyalah keridhaan Allah, dan barangsiapa marah, baginyalah kemarahan Allah.” (HR. At-Tirmidzi).

    Semoga cepat pulih DJ🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s