Bahagia; nama lain dari Lega


Bahagia adalah, ketika orang yang mencintaimu –namun kau tak mencintainya-, telah menemukan kebahagiaan sejati bersama pasanganya. Sehingga, kau tak lagi risau dengan cinta tulusnya yang dulu kau tolak, karena memang ternyata ketulusannya kini jatuh pada orang yang tepat.

Aku menghembuskan nafas lega.

Lega selega-leganya, ketika sepasang mataku, mengeja tulisan dari seorang kakak-Setidaknya dulu pernah kuanggap sebagai kakak- yang menjelaskan bahwa dia kini bahagia dengan istrinya. Syukurlah. Karena aku ngeri membayangkan, mungkin jika dulu ia “jadi” denganku, ia tak akan sebahagia ini dengan segala kekurangan hidupku yang tak pernah ia tahu, dan aku memang tak berniat memberitahunya karena toh dari awal aku hanya menganggapnya sebagai seorang kakak, tak lebih.

Dulu, aku bukan tak percaya dengan segenap ketulusan yang ia miliki, aku hanya tak bisa membuka hatiku untuk menempatkannya menjadi calon imam hidupku. Cinta tak bisa dipaksa, ‘kan?

Kini aku tersenyum lega.

Meskipun pada awalnya, dulu aku berat mengatakan tidak bisa menerima tawaran pinangannya. Berat, karena bagaimana mungkin aku membuat hatinya yang lembut itu, menjadi hancur? Berat, karena bagaimana mungkin aku bisa menemuinya di hatiku yang juga sedang hancur kala itu? Berat, karena kehadirannya ada di saat yang belum tepat –yakni saat aku belum bisa sepenuhnya mengikhlaskan kegagalan pinangan masalaluku.

Kini aku tersenyum lega.

Semua tak terasa berat lagi, terlebih ketika akhirnya dia mengundangku dalam acara walimahannya. Dan aku bisa beranjak menghadirinya, dengan izin Allah, tentu saja. Meski pada awalnya, aku sempat berburuksangka, tentang mengapa ia menghapus akunku dalam pertemanannya di salah satu jejaring sosial, dunia maya. Hingga aku mengerti, itu mungkin salah satu caranya untuk menghapus luka diingatannya tentangku. Yah, cara orang dewasa menghapus masa lalunya memang sering tak seenjoy anak kecil. Dan aku merasa aku begitu anak kecil. Hahaha.

Kini aku tersenyum lega.

Kakakku –dulu- itu sudah bahagia, dengan kini tidak lagi menganggapku adik. Adik yang kurang ajar karena berani menolak cintanya. Hehehe. Kakakku –dulu- itu sudah punya masa depannya yang lebih indah. Kakakku –dulu- itu akhirnya mengerti bahwa dibalik sakit hatinya ditolak oleh anak cupu sepertiku, ia justeru mendapatkan bidadari yang sudah sepantasnya ia dapatkan seperti sekarang ini.

Kini aku tersenyum lega.

Ketika aku sudah bisa berdamai dengan masalaluku, dan menyambut masa depanku dengan penuh ketenangan. Ketika aku sudah bisa berdamai dengan kegagalan hidupku, dan menerima kenyataan bahwa aku masih punya harapan untuk lebih bahagia dari hidupku sebelumnya.

Dan aku amat tersenyum lega, ketika kelak, imamku adalah orang yang mampu menerima segala kekurangan yang ada di dalam diri dan hidupku. Imam yang mampu membuat hatiku selalu bersyukur atas apapun yang digariskanNya.

Intinya satu hal, bahwa jodoh memang rahasia Tuhan. Dan karena rahasia itulah, ikhtiar harus tetap jalan, begitu pesan salah satu rekanku.

Kini selain memperbaiki diri, aku hanya bisa berdoa;

Ya Allah… jika memang dia yang tertulis di lauh mahfudz untukku… maka, sungguh, tak kan ada yang bisa menghalangi kehendakMu agar kami bersatu.

Namun, jika memang bukan dia yang tertulis di lauh mahfudz untukku… maka, sungguh, aku berlindung padamu dari segala kedzaliman diriku.

Aamiin.

Dan aku, sungguh telah bisa tersenyum lega, lega selega-leganya kini, esok dan seterusnya. insyaAllah.

🙂

Dan lebih lega lagi, ketika akhirnya, studiku telah selesai di jenjang yang baru saja kujalani. Semoga, bisa melangkah ke jenjang studi selanjutnya. Aamiin.

Maka pada akhirnya, bahagia adalah, ketika kita bisa berbaiksangka terhadap apapun skenario(takdir)-Nya.

“Ya Allah, lancarkan dan berkahkanlah segala urusanku, mengenai dunia maupun akhiratku. Aamiin.”

 

 September menjelang Oktober😉

Djayanti Nakhla Andonesi

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s