Being a Mom is amazing


Well, baru kali ini, keypad notebookku merasakan kembali sentuhan jemariku (halah lebay :P), setelah sekian lama fakum dari dunia persilatan eh penulisan. Karena, semenjak dianugerahi Allah sebuah titipan yang luar biasa berharganya, aku harus bedrest. Mual muntahku parah sangat. Sampai engga bisa beraktifitas apapun. Istilah kedokteran adalah hiperemesis.

Awalnya, tak ada mual muntah itu. Yang kurasakan bulan pertama –yang saat itu aku belum tahu kalau aku sudah ‘ngisi’, hanyalah lemas, cepat drop, dan sensi; gampang tersinggung, mellow banget deh, misal nih ya, dijailin/dibecandain dikit langsung marah dan nangis hahaha. #banyak istigfar dah.

Terus, ada yang unik saat aku mengetahui bahwa aku sudah ‘ngisi’. Begini, siklus haidku bisa dibilang teratur. Dan entah mengapa, pada Desember, yakni genap dua bulan usia pernikahanku, aku hanya mengeluarkan flek saja. Dan itu terjadi kurang lebih selama seminggu. Tidak seperti haid biasanya.  (eh sorry kalau yang baca ini cowok, cukup tahu aja ya, buat wawasan siapa tahu istri kalian nanti punya tanda-tanda yang sama, hehe).

Aku panik dong. Takut kenapa-kenapa sama kesehatanku. Alhasil, aku search di web. Tanda-tanda kehamilan itu apa saja, apakah flek termasuk ke dalam tanda-tandanya? Dan, iya ternyata. Aku penasaran, akhirnya sepulang kerja, aku minta diantar suamiku ke apotek, membeli TP.

Sampai di rumah magrib, for your info; karawang sekarang macet gila. Jam setengah tujuh petang, aku TP, untuk pertama kalinya. Sambil menanti hasil TP, dalam hati aku tidak terlalu ‘ngotot’ supaya hasilnya positif. Aku ikhlas apa saja yang akan ditampakkan si TP tersebut. Tidak sampai lima menit, hasilnya sangat jelas terlihat. Garis dua! Aku ingin melonjak saat itu. Tapi, karena ini pengalaman pertama, aku belum sepenuhnya yakin dengan hasil tersebut. Maka dengan polosnya, aku meminta mama untuk menjelaskan hasil tersebut, meskipun dipanduan TP pun sudah jelas bagaimana cara membacanya. Dan, mamaku bilang, alhamdulillah…

Karena, TP yang aku pakai saat itu, yang harganya kurang dari harga membeli seliter  bensin. Jadi, rasanya kurang yakin. Hehe. Jadi,  sepupuku yang saat itu juga sedang main ke rumahku, kuminta menjelaskan hasilnya. Diapun bilang, wah selamat ya neng…

Dua orang sudah yang meyakinkanku akan hasil penelitian si TP. Smspun ku layangkan pada suamiku, yang kebetulan setelah sholat magrib itu langsung meluncur ke sekolah, karena harus mengikuti perkemahan. Dia senang tapi masih belum yakin, beneran sayang? Alhamdulillah….

Kemudian, aku mendapatkan info, bahwa sebaiknya TP itu pagi hari. Aku pun jadi penasaran lagi. Resah kalau sampai hasil Tpku petang hari itu salah. Ditambah Tpnya harga yang standar. Gimana dong? Akhirnya kami memastikan dengan pergi ke bidan terdekat. Dan beliau bilang, iya atuh ini mah positif…

Dua hari setelahnya, untuk lebih meyakinkan kembali, kami pergi ke rumah sakit, untuk di USG. Dan alhamdulilllah, dari hasil USG sudah terlihat kantung janin. Berarti sudah 4 minggu usia janinku saat akhir desember itu.

Nah, pas awal januari…. Hm, udah deh, mulai mual-mual, dan juga muntah-muntah! Bahkan pernah muntah mengeluarkan darah, saking terlalu seringnya muntah sehingga lambungku yang memang sebelumnya sakit maag, menjadi semakin parah. Wuah! Akhirnya akupun dirawat di rumah sakit. Hehe, seumur-umur baru kali ini aku merasakan ‘hotel’ yang dihuni oleh banyak pasien. Hehe.

Aku pikir hanya sebentar, ternyata Allah punya rencana lain. Sakitku tak juga sembuh. Bahkan sudah lewat februari begini. Orang bilang; bawaan orok. Mual muntahku belum juga reda, sampai aku tak lagi masuk kerja. Ya, bagaimana mau kerja, wong Cuma mau berdiri dan jalan aja engga kuat! Ngedrop banget. Sering demam juga. Bahkan, makanan jarang ada yang masuk, sekalinya masuk langsung muntah lagi. Berat badan dan tensi darahku menurun drastis. Dan hidungku ini menjadi sensitif betul, tidak tahan dengan bau-bauan. Hahaha. Lucunya, semua makanan favoritku, berubah menjadi makanan yang ingin kujauhi, karena terasa bau menyengat. Tidak kuat! Padahal kalau kata orang lain mah, engga bau. Aneh memang. Belum lagi kondisi emosiku, yang sensitif luar biasa, kalau istilah populernya adalah labil. Ehehe.

Kata dokter, usia trisemester pertama kehamilan, bagi sebagian wanita memang begini. Rata-rata bisa ‘biasa’ lagi bila kandungan sudah berusia 4 atau 5 bulanan. Meskipun memang kondisi setiap orang berbeda, ada yang hiperemesisnya berlangsung sampai melahirkan. Ada juga yang bahkan sebagian wanita tidak hiperemesis sama sekali.

Hm, nano-nano deh rasanya. Tapi apapun ya, mungkin inilah cara Allah agar aku senantiasa belajar sabar dan bersyukur. Karena di balik hiperemesis ini, Allah punya kebahagiaan yang tak terhingga yang diberikanNya padaku, insyaAllah. ^_^  Dan aku jadi semakin sayang sama mama. Ternyata being mom is amazing ^_^

Image

Kalau kemarin-kemarin aku engga bisa ngapa-ngapain, Alhamdulillah sekarang ini, pada detik aku menulis ini, aku sudah mendingan. Tapi masih harus banyak istirahat. Belum bisa beraktifitas terlalu banyak. Doakan ya, semoga bisa segera pulih, setelah dua bulan terakhir lebih ini mengalami tantangan yang luar biasa. Alhamdulillah, suami, keluarga, sahabat, dan orang-orang di sekitarku selalu memberikan support, bantuan dan nasehat-nasehatnya. Semoga lancar sampai kelak bisa melahirkan dengan normal. Aamiin.

Nah, untuk para gadis, jangan cemas ketika jadi istri nanti bila dititipi anugerah hamil dengan kondisi hiperemesis, tetaplah positif thingking, dan yang terpenting adalah sabar dan ikhlas. Everything cause Allah.

Untuk yang sudah menikah dan belum dititipi anugerah tersebut, jangan putus asa. Karena, Allah maha mengetahui waktu yang tepat untuk kita, dan Dia maha memulyakan kita dengan cara yang sesuai dengan kondisi terbaik kita.

Untuk anakku, jika kelak kau baca blog ini; Nak, Ibu ridho dan sayang padamu, love you❤

-Baiti jannati-

10 Maret 2014, empat belas minggunya usiamu Nak. ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s