Dialah…


Sumbangannya tidak main-main, dalam mengembangkan bidang pertanian dan peradaban Mesir. Dengan dua anak yang mengalir dari rahimnya, yang dikenal dengan tambahan nama Putih dan Biru di belakang nama aslinya, dia mampu membuat penghuni bumi terpukau, tak hanya karena fungsinya tapi juga karena pesonanya. Terlebih karena sejarah yang terlalu istimewa berada di belakang riwayat hidupnya. Ya, dialah…

sungai Nil.

Menurut mitos, sebagaimana yang diterangkan oleh wikipedia online, air sungai yang mengalir tersebut adalah air mata Dewi Isis yang selalu sibuk menangis dan menyusuri sungai Nil untuk mencari jenazah puteranya yang gugur dalam pertempuran. Namun secara ilmiah, air tersebut berasal dari gletser yang mencair dari pegunungan Kilimanjaro, hulu dari sungai Nil.
Karena tak ada yang sia-sia dari ciptaan Allah, maka fenomena banjir tahunan dari Sungai Nil itu, membuat tanah yang ada di sekitar lembahnya menjadi subur. Kesuburan itu pulalah yang membuat masyarakat sekitar lembah tergerak untuk bertani. Kemudian air sungai Nil itu sendiri digunakan sebagai irigasi dengan saluran air, terus-terusan dan waduk. Selanjutnya, air sungai Nil dialirkan ke ladang-ladang milik penduduk dengan distribusi yang merata. Hasil pertanian Mesir di antaranya gandum, sekoi atau jamawut dan jelai, yakni padi-padian yang biji atau buahnya keras seperti jagung. Dan untuk memutar roda perekonomian, rakyat Mesir menjalin hubungan dagang dengan menjual hasil produksinya, di antaranya kepada Funisia, Mesopotamia dan Yunani. Biasanya dilakukan di kawasan Laut Tengah. Maka, peradaban dan perkembangan budaya pun dimulai.

Terlepas dari benar atau tidaknya mitos tersebut, Sungai Nil memang sangat berperan bagi lahirnya kehidupan masyarakat di lembah sungai tersebut. Maka tak heran bila Herodotus mengatakan: Egypt is the gift of Nile, Mesir adalah hadiah Sungai Nil.
Indonesia perlu belajar dari sungai Nil, karena sungai terpanjang kedua di dunia sekaligus bermuara di Laut Mediterania ini, sangatlah rapi dan bersih. Di sana kita bisa merefresh pandangan kita. Tentu saja tak lupa untuk menambah syukur akan kekuasan Allah atas sajian alamNya yang menakjubkan.

Yang menarik selanjutnya dari sungai Nil, seperti yang dijelaskan Rahima Rahim yang sedang kuliah S2 di Mesir, bahwa siapa saja yang pernah minum air sungai Nil, insyaAllah akan kembali lagi meminumnya untuk yang kedua kalinya. Dengan arti kata, siapa saja yang pernah sekali datang ke Mesir dan menetap di sana beberapa lama, maka dia akan kembali lagi mengunjungi Mesir walaupun sudah pulang ke negara asalnya. Mitos ini, memang tak bisa dijadikan hujjah. Tapi sering kali benar adanya.

Sungai Nil

Nah, apakah Anda ingin meminum air sungai Nil? Kalau saya ingin.
Semoga suatu saat kesampaian kesana, ketika suasana negara Mesir kembali aman, damai, dan menyenangkan🙂

Djayanti Nakhla Andonesi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s