Sumpah, aku pemudi!


Pagi-pagi. Aku mendapat broadcast dari sohib lewat BBM.
Isinya sangat nasionalis melankolis, eh nasionalis banget maksudnya. Hehe.
Bahkan gara-gara itu aku jadi ngeh kalau di hari ini ada apa.

Kami putra dan putri indonesia
Mengaku bertumpah darah satu
Tanah air indonesia

Kami putra dan putri indonesia
Mengaku berbangsa satu
Bangsa indonesia

Kami putra dan putri indonesia
Mengaku menjunjung tinggi bahasa persatuan
Bahasa Indonesia

Selamat hari “SUMPAH PEMUDA” tgl 28 oktober 2014.Bila kalian pemuda dan pemudi indonesia,tolong bc ini,untuk meriahkan hari sumpah pemuda.

Yap. Begitu isi pesannya.
“Wew, hari ini hari sumpah pemuda, thoh?”

Jujur, sejak lulus kuliah, aku jadi lupa hari. Kecuali hari gajian. LoL.😀
Thanks sobat sudah mengingatkanku #pasang banner.
Meskipun memang tidak aku lanjutkan BC itu. Bukan karena aku mengingkari isinya, melainkan, aku hanya sedang berinatrospeksi diri saja.
Sudahkah aku senasionalis pemuda-pemudi dulu yang mereka sampai bersumpah demikian rupa.

Di saat yang sama, hari ini juga. Aku menemukan buku diary lamaku. Aku baca semua isinya. Wow. Aku tertawa terbahak-bahak. Ternyata aku sepolos itu ya dulu. #ambil kresek :p
Dan yang lebih membuat aku tertawa adalah saat kubaca masa-masa galauku dulu, sekitar taun 2010-2011. Ternyata aku bisa galau juga. Wuahahaha.

Yah. Bagaimanapun aku juga pernah muda. #emangnya sekarang udah tuwir yak?😀
Masa muda adalah masa yang berapi-api, begitu kata Bung Karno.
Dan masa muda adalah masa dimana orang bisa mengalami kegalauan akut, begitu kata Djayanti. :p

Tapi syukurlah. Galauku tak berlangsung lama, dan aku bisa bangkit dari kubur eh bangkit dari keterpurukanku. #Smile.

Dan setelah aku renungkan. Broadcast dari sohibku dan penemuan diariku itu menunjukkan benang merah.
Maksudnya begini.
Aku membayangkan, bagaimana perasaan-perasaan pemuda/i dulu. Apa mereka tak pernah galau?
Ups. Rupanya aku salah.
Pemuda/i dulu (hususon yang hidup pada pra kemerdekaan), mungkin pernah galau. Tapi galau mereka keren. Karena galaunya mereka tidak melulu soal asmara. Melainkan galau karena memikirkab nasib bangsa dan cinta mereka terhadap negara beserta persatuannya.
Akhirnya mereka bangkit dari kegalauan yang agung itu dan bersumpah untuk menyelamatkan persatuan bangsa dan negara ini. Hingga lahirlah “Sumpah Pemuda” yang tiap tahun kita peringati.

Namun, apakah cukup kita sebagai pemuda/i masa kini untuk sekedar menseremonialkannya? Tidak.

Maka, bangkitlah wahai pemuda/pemudi masa kini, dari segala kegalauan kronis yang melanda, apalagi galau karena putus asmara. Oh please. Wake up!
Contohlah mereka, pemuda/pemudi dahulu yang tak punya waktu untuk berleha-leha karena galau. ^_^
Mereka bangkit, sama sepertiku yang bangkit kala itu. #eaaa😀

image

Isi diary jadulku🙂 kala menjelang 2012

Salam,
Djayanti Nakhla Andonesi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s