Wakil oh wakil…


Tangan saya gatal untuk segera menulis ini. Setidaknya, agar unek-unek yang berkeliaran di kepala segera mendapatkan ruangnya.

Malu, adalah yang saya rasakan pertama kali, ketika menyaksikan tingkah mereka, yang katanya pemimpin negeri ini, bersikap kekanak-kanakan. Yup. Masih hangat, berita mengabarkan soal ‘rekor’ terbaru anggota parlemen, saat mereka sidang di Senayan sana. Rekornya adalah, adanya penggulingan meja (selain kericuhan lain) oleh anggota parlemen. Ckckck.

Apapun alasannya, tidakkah mereka ingat, bahwa banyak mata yang menyaksikan kelakuan tersebut. Yang bahaya adalah, jika anak-anak bangsa malah mengikutinya. Mereka akan berdalih untuk membenarkan tindakan ‘anarkis’nya, toh para pemimpinnya yang mencontohkan demikian.

Maka, dengan segala hormat, kami mohon pada tuan dan nyonya pemimpin, agar bersikap lebih dewasa, sebagaimana yang seharusnya. Karena, mau tidak mau, kalian adalah public figure, yang dapat menginspirasi khalayak ramai. Alih-alih mencontohkan kebaikan, kalian malah mempertontonkan ‘dagelan’ yang sama sekali tidak lucu.

Apakah kekuasaan sudah sedemikian membuat kerongkongan hati kalian kering? Sehingga melupakan esensi wakil rakyat yang sebenarnya? Kalaulah kalian lupa, maka tolong jangan diulangi lagi ‘ketakberadaban’ itu. Karena, katanya hafal Pancasila, koq tak bisa membaca sila ke-2 & 4?
Katanya ngerti agama, koq tak bisa menahan nafsu dan amarah?

Please para wakil rakyat, kami ‘menggajimu’ bukan untuk melakukan hal-hal memalukan dan memuakkan.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s