Menularkan pahala :)


Khoirunnas Li’anfauhum linnas, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama. Demikian falsafah agung yang kita tahu. Dan untuk menjadi manusia bermanfaat, kita bisa melakukannya dari hal apa saja, bahkan begitu banyak kebaikan yang bisa kita lakukan dengan mudah. Salah satunya, membagi informasi yang bermanfaat. Seperti yang dilakukan oleh teman saya. Sebut saja bu Santi. Beliau memberikan informasi pada saya mengenai ASIP (Air Susu Ibu Perah). Ya, karena beliau tahu, saya masih akan bekerja setelah cuti melahirkan. Seperti yang kita tahu, ASI sangatlah penting bagi bayi. Saking pentingnya, agama kita pun menganjurkan untuk menyusui sampai dua tahun, minimal 6 bulan ( ASI ekslusif) bila tanpa halangan (misal ASI kurang, atau tidak keluar sama sekali).
Karena dari banyak penelitian, ASI sangat menakjubkan fungsinya, jauh di atas khasiat susu formula. Di antaranya, anak yang mengkonsumsi ASI, daya tahan tubuhnya lebih kuat. Sekali lagi, Islam telah menginformasikan hal ini sejak dahulu kala.

Nah, untuk ibu yang terpaksa bekerja, masih bisa mengusahakan ASI untuk sang buah hati. Yakni dengan memompa ASI, yang kemudian disebut ASIP(ASI perah). Caranya cukup mudah, yakni Ibu memompa ASI sebanyak mungkin untuk di stok. ASI tidak akan basi bila cara menyimpannya baik dan benar. [silakan kunjungi laman ini untuk info lebih lengkap]

Ketika itu, Bu Santi memberi tahu saya caranya. ASI yang telah dipompa dimasukkan kedalam Freezer. Kemudian jika beku, dicairkan terlebih dahulu. Lalu dihangatkan ke dalam wadah berisi air panas (tapi tidak mendidih) bersama botol ASIP itu sendiri. Setelah hangat-hangat kuku, barulah ASIP itu siap diminumkan pada bayi melalui botol dot.
Oh ya, botol yang digunakan untuk menaruh ASIP, sebaiknya botol dari bahan beling. Bu Santi menyarankan untuk memakai botol UC-1000. Karena dapat menampung lebih banyak ASIP. Dan untuk memompa di tempat kerja, dibutuhkan ICE Gel dan tas bersekat alumunium foil, untuk menyimpan AsIP agar tetap berada dalam suhu dingin, karena bila suhu ruangan biasa, nutrisi ASIP hanya bertahan 4jam, sedangkan dalam suhu dingin bertahan 24jam.

ICe gel dan tas alumunium foil, setelah mencari ke banyak tempat, akhirnya saya dapatkan di toko perlengkapan bayi di daerah Tuparev, tepat bersebelahan dengan Apotek Metafar**. Harga tas beserta ICE gel sekitar 90ribuan. (oh ya, penyebutan merk di sini tanpa bermaksud ngiklan ya, karna saya tak mendapat royalti, siapa gue keleus, hahaha).

Syukur alhamdulillah, proses pemompaan ASIP di tempat saya bekerja, diperbolehkan. Dan pada saat saya sedang berbincang dengan teman saya yang juga sedang menyusui, sebut saja teh Rubi, ternyata informasi yang saya dapatkan dari bu Santi mengenai pemakaian botol UC1000 berasal dari teh Rubi, teh Rubi dari tetangganya, dan tetangganya dari dokter. Memang menggunakan botol UC1000 yang didesain 140ml, lebih efisien dan ekonomis. Terbukti ketika saya sempat membeli dua botol kosong khusus untuk ASIP ukuran 75ml, harga satuannya 10ribu rupiah. Bandingkan. Jika botol ASIP yang diperlukan minimal 30buah, bukankah menggunakan botol UC1000 140ml dengan harga kisaran 6ribuan, menghemat puluhan ribu?🙂

Merenungkan proses informasi yang saya terima, betapa informasi itu, yang walau terlihat sepele, ternyata sangat besar manfaatnya.
Terima kasih bu Santi dan teh Rubi, atas kebaikannya🙂 Saya pun mencoba menularkan pahala ‘itu’, lewat tulisan ini. Semoga bermanfaat.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s