Salut


Engga pagi, engga sore, engga waktu pergi, engga waktu pulang, pasti macet.
Kadang macetnya udah kayak ular naga makan tiang listrik, panjang. Mungkin pengen nyamain diri dengan ibu kota? Oh tidak!

Tapi,

sekeras hati ingin berontak, apalah daya jalan tetap saja macet, bahkan kadang tak bergerak. Seperti yang sekarang sedang saya alami, di atas bus jemputan kerja ini. Inginnya pulang cepat, tapi saya tak punya Doraemon yang punya pintu kemana saja, hingga bisa dengan mudah pindah tempat. Huhu.

Kalau boleh jujur, macet itu sedikit banyak pemicu stress, dan sederet penyakit kronis lainnya, apalagi kalau pas macet pake acara ngirup udara knalpot yang kotor, bahkan engga usah jauh-jauh, sering di dalam bus jadi korban asap rokok, belum lagi terpaksa mencium hawa tak sedap dari keringat orang-orang sehabis banting tulang, lengkap kan! Tapi, na’udzubillah deh, jangan sampai kena penyakit. Mending sehat-sehat aja selalu, apapun yang tejadi, aamiin.

Eniwei baidewei baswei, saya salut dengan Pak Polisi Lalu Lintas. Ngurusin segitu bejubelnya kendaraan yang inginnya masing-masing diprioritaskan. Bahkan tak jarang, ada saja pengendara ‘bandel’ yang tak nurut saat diatur.

Hm, sehat terus deh Pak Polantas! Semoga ketulusannya, berbuah kebahagiaan dunia akhirat! Aamiin.🙂

image

One thought on “Salut

  1. Pingback: #Part1# Blokir | Jejak DNA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s