#Part1# Blokir


Sebelum harga BBM naik, minggu-minggu kemarin para buruh yang diwakili oleh forum buruh terkait, sudah melakukan unjuk rasa alias demo, menuntut upah layak.
Apalagi sekarang BBM bersubsidi naik, yang otomatis

segala macam kebutuhan lain pun, misal sarana transportasi, biaya perumahan, biaya sehari-hari, bahkan kasarnya biaya tetekbengek (apalagi kebutuhan pokok) naik harga, sebagai imbas pahit yang harus ditelan bulat-bulat.

Maka, koalisi buruh sepakat untuk gencar melakukan unjuk rasa ke pemerintah daerah, agar segera mengeksekusi keputusan yang terbijak. Namun, apa hendak dikata, ketika para demonstran pergi ke kantor pemerintah daerah Karawang, pagi tanggal 19 Nopember 2014, rupanya kehadiran mereka tidak diindahkan. Bahkan, menurut ketua koalisi buruh Karawang, mereka tidak diperbolehkan masuk ke halaman pemda karena dicurigai akan merusak lingkungan. Padahal, selama ini mereka berunjuk rasa dengan damai tanpa merusak atau anarkis di depan pemda.

Bukan koalisi buruh namanya, bila tak punya cara lain untuk ‘mendapat perhatian’ untuk digubris oleh pemerintah. Maka, tak ada tempat di depan pemda, di tengah jalan pun jadi. Ya, akhirnya para koalisi buruh, nekat memblokir pintu keluar masuk utama Karawang, yakni mereka bergerumul di sepanjang jalan gerbang perumnas, akses strategis jalan tol arah Karawang kota.

Hal itu saya ketahui, sepulang kerja, karena arah pulang saya adalah masuk ke gerbang perumnas, maka sebelumnya saya mengira bahwa kemacetan yang terjadi sore itu tidak ada hubungannya dengan demo, sehingga saya sempat posting ini di bus. Eh, ketika sudah sampai di gerbang perumnas, alih-alih bus jemputan bisa masuk, yang ada malah semua kendaraan roda empat apalagi bus disuruh putar balik. Karena jalan sudah ditutup masa koalisi buruh. Loh, kami yang dibus juga buruh kan? Maka, jadilah kami turun di sana, jauh dari titik tujuan kami sebenarnya, membiarkan babeh bus, putar balik sendirian dengan kendaraan yang bagai ikan koi raksasa itu. Dan memang semua bus dan roda empat lebih melakukan hal yang sama, putar balik. Tak bisa masuk arah Karawang Kota.

Awalnya saya dan teman-teman lainnya ragu untuk turun, khawatir diamuk masa bila tak ikut bergabung dengan mereka, apalagi seragam kami begitu terkenal, buahahaha. Namun, karena tidak ada pilihan lain, maka kami turun dengan hati-hati.
Dan kamipun ikut bergabung atau boleh dibilang ikut nimbrung di area itu, menyaksikan orasi dan keadaan yang sedang berlangsung, sembari menunggu jemputan pribadi masing-masing datang.

sempet2nya eksis, wkakakak

“Kami akan tetap di sini, sampai pemerintah memutuskan kesepatan yang kami inginkan, malam ini juga!” suara ketua buruh menggelegar di langit senja yang tidak terlalu cerah itu.
“Kami ini hanya meminta upah layak!”

“Purwakarta, Bekasi, sudah mendapatkan keputusan UMRNnya, sedangkan Karawang belum! Ada apa ini?”
“Maka, kami para buruh, menginginkan UMR Karawang, minimal sama dengan Bekasi! Setujuuuuu?” demikian sang ketua berkoar.

“Setujuuuuuu!” masa buruh yang hadir menjawab, termasuk saya, hahaha.

“Hidup buruh!” teriak ketua.
“Hiduuuup!” jawab masa.

“Wah, teteh, gaji tempat gawenya udah cukup juga,” celetuk teman lama saya yang ternyata hadir juga di sana, ketika saya ikut menimpali koor masa.
“Engga apa-apa, ini sebagai dukungan moril saya,”jawab saya sok Mahatma Ghandi. Hihihi.

Dan seorang bapak langsung nyengir ketika saya berkata demikian. Mungkin, terdengar lucu? Ah, tapi saya jujur koq, walaupun kehadiran saya bersama masa ini, hanya sebentar.

image

Karena, tak lama yang menjemput saya datang. Dan saya pamit duluan pada teman wanita yang tadi bersama saya, juga permisi pada teman lama saya itu. Saya pulang ketika gelap semakin menjelang, adzan magrib pun berkumandang.

Kelanjutan demo dan hasilnya bagaimana, saya akan cari tahu nanti setelah masuk kerja. Tak mungkin saya mengikuti sampai selesai. Karena di rumah saya, sudah ada yang menunggu, dek Caca :*

*bersambung…*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s