Snow Fall


Aku merasakan butir-butir es lembut itu menyentuh kulitku. Dingin, namun aku suka! Baru kali ini aku dapat merasakannya. Melihatnya turun perlahan dari langit, lalu
menumpukkan diri menjadi es-es yang terhampar di mana saja, sesuka mereka hinggap, membuat nuansa serba putih, dan sekali lagi, dingiiiin!

Menakjubkan! Ini adalah kali pertama aku merasakan hujan salju! Indah bukan main. Aku semakin norak-norak bergembira ketika sebuah boneka salju berhasil kubuat dengan mudahnya.

Namun, aku tidak mengerti aku ada di mana. Dan aku tidak peduli, betapa udiknya aku di mata orang karena pertama kali merasakan sensasi alam yang luar biasa ini.

Ya Allah, akhirnya, aku bisa menikmati snow fall ini….

Aku tersenyum melihat rumah, pohon, dan jalanan seolah ditutupi malaikat putih.
Aku berniat bermakin ski, kapan lagi coba? Mumpung aku bisa merasakan saljuuuu!

Dan baru saja aku melangkahkan kaki, seseorang menepuk bahuku dari belakang.

“Subuh, sayang.”

Awalnya samar ku dengar suara itu. Namun, semakin lama semakin jelas. Itu suara suamiku.
“Bangun, sayang. Subuh.”

Mendadak semua salju hilang.
“Loh, jadi tadi itu mimpi?” gumamku setengah sadar.

😀

Tapi aku bahagiaaa… semoga suatu saat benar-benar merasakannya, nyata.

Dan ketika aku menceritakan hal itu pada suamiku, dia berujar, “Iya, mudah-mudahan suatu saat kita bisa ke Jepang, atau ke Rusia ketemu Marsha and Bear (kartun)”

Kami terkekeh bersama, namun juga mengaminkannya.🙂
***
Djayanti Nakhla Andonesi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s