Isu Pengosongan Kolom Agama


Siang itu, adik saya, Anwar Fuady, meminta pendapat soal Isu pengosongan kolom Agama pada e-ktp. Dan saya tergelitik untuk memuat opini di sini.🙂

Memang, sudah cukup lama isu ini santer terdengar. Dan tentu saja menuai pro kontra. Sebagian pihak mengatakan hal itu boleh-boleh saja dilakukan, sebagian pihak lain menolak, dan sebagian lagi apatis -terserah, pasrah, tak peduli.

Entah pembaca termasuk ke pihak mana. Namun yang jelas, wacana ini jelas perlu didiskusikan lebih lanjut. Tidak asal jeblak direalisasikan, kalau bisa jangan.😀

Konon, sumber pencentusan isu pengosongan kolom agama ini, disebabkan karena adanya diskriminasi yang diterima oleh masyarakat yang tidak masuk ke dalam enam negara yang diakui Indonesia.

Bila memang karena hal itu, sepertinya pemerintah, khususnya Mendagri tidak perlu repot-repot melakukan pengosongan kolom agama, walaupun ditujukan untuk yang menganut kepercayaan tertentu saja. Karena, masih ada solusi lain yang lebih arif. Yakni, dibuatkan wadah pengaduan masyarakat yang merasa terdiskriminasi itu. Lalu diselesaikan oleh hukum yang berlaku di negara kita.

Pengosongan kolom agama, bukanlah suatu solusi. Malah mungkin bisa memperburuk kondisi. Karena, selain jelas-jelas menabrak konstitusi agung negara kita, yakni Pancasila, juga akan menyebabkan masalah sakral lain. Di antaranya, menyangkut pernikahan dan meninggalnya seseorang. Akan diperlakukan seperti apa mereka bila tidak ada identitas agamanya?

Yang lebih mengerikan lagi, nanti akan banyak penyesatan dan pemurtadan agama. Karena orang-orang akan dengan mudah membolak-balikkan fakta, mengenai identitas agamanya. Dan akan lebih banyak bermunculan aliran-aliran kepercayaan yang menyesatkan.

Jadi menurut saya, isu pengosongan kolom agama, alih-alih mencegah diskriminasi, malah mereka yang berkepentingan dalam isu kebijakan ini akan semakin di atas angin karena ditopang oleh demokrasi yang kebablasan. Jika hal itu terjadi, bukankah akan semakin meresah masyarakat kita?
Lantas, jika sudah amburadul, mau jadi apa bangsa ini?

Sudahlah, pak Mendagri, masih bejibun masalah di dalam negeri ini yang lebih urgent untuk dikerjakan. Ketimbang membuat wacana yang tidak jelas alias nyeleneh.

With Regards,
Djayanti Nakhla Andonesi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s