(Sedikit) Review … 2014


Boleh jadi, tulisan ini agak telat diposting. Mengingat, sekarang kita sudah beranjak di 2015. Namun, review selalu bisa dilakukan kapanpun.

Awal tahun 2014,
adalah masa-masa yang cukup berat. Karena, aku hamil dengan kategori hiperemesis. Tapi alhamdulillah, semua itu bisa aku lewati dan nikmati berkat dukungan Allah melalui support suami yang begitu siaga dan perhatian, juga ibu dan bapakku sekeluarga yang selalu membantu dengan segenap doa dan kasih sayang mereka.

Awal-awal kehamilan, aku sampai bedrest. Aku juga sempet gondok dengan salah seorang dokter, wanita, yang empatinya belum pantas disebut dokter menurutku. Hahaha. Kejadiannya seperti apa? Cukup aku saja lah yang menelan pahitnya *tsah*
Yang pasti, sejak saat itu aku tak berharap anakku jadi dokter. Hahaha. Atau, kalaupun takdir anakku kelak jadi dokter (who knows, aku sih engga memaksakan dia kelak akan berprofesi apa, yang penting apapun profesinya anakku tetap menjadi orang yang bertakwa, dan selalu qurrota a’yun untuk keluarga dan sekitarnya), anakku bisa jadi dokter yang penuh empati, bijaksana, dan bersikap menentramkan pasien (tidak sebaliknya).

Edisi lebaran, untuk pertama kalinya, aku melaksanakan sholat ‘idul fitri tidak bersama mama dan bapakku. Dan untuk pertama kalinya, aku merasakan rindu yang amat dahsyat pada keduanya. Meski akhirnya aku bertemu kembali dengan mereka di hari selanjutnya, namun perasaan rindu itu masih saja membuncah. Ya, lebaran kemarin adalah lebaran perdanaku bersama suami dan mertua.๐Ÿ™‚ Senang rasanya. Namun, tetap saja ada yang kurang. Karena, untuk pertama kalinya pula aku tidak bisa sungkem lagi pada Abah dan Emak, karena Kakek dan nenekku tersayang sudah pulang ke rahmatullah.
Namun Alhamdulillah, aku masih punya emak Ebot, sekarang. Nenek dari pihak suami, yang begitu cerewet namun perhatian. Hehehe. Membuat rinduku pada Emak sedikit terobati.
Pun Alhamdulillah, aku dititipi keluarga yang begitu hangat. Thanks God.๐Ÿ™‚

Lebaran usai, kedua adikku yang menuntut ilmu di tempat yang jauh mesti kembali lagi ke sana. Moga kegiatan mereka lancar jaya selalu, aamiin.
Dua minggu setelah adik2ku pergi, anakku lahir. Tepatnya, pada tanggal 24 Agustus 2014, bertepatan dengan hari ultah salah satu televisi swasta, hahaha. Dan sehari lebih awal dari ultah adik lelakiku. Kapan-kapan akan aku posting, bagaimana amazingnya suasana lahirnya anakku. Alhamdulillah.๐Ÿ™‚

Masya Allah, betapa bahagianya, mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan hidup bersama buah hati yang baru saja lahir dari rahimku. Dan bahagia lainnya adalah ketika aku sadar, bahwa perjuangan seorang ibu tiada habisnya.๐Ÿ™‚ Serta, yang paling membuatku amat sangat bersyukur adalah, Allah telah menganugerahkan suami yang hebat, tulus, sabar, dan penuh kasih sayang, juga atas kehadiran kedua orangtua, mertua, dan seluruh sanak famili serta sahabat dan orang-orang di sekitarku yang begitu baik dan peduli. Jazakumullahu khoiron katsiron. Aamiin๐Ÿ™‚

Banyak hal yang aku lalui. Suka duka kami jalani. Namun pada intinya, 2014 adalah momen dimana aku merenung keras, betapa Allah sangat menyayangiku. Lalu, nikmat mana lagi yang akan kudustakan?
Semoga, Allah senantiasa membimbingku menjadi hambaNya yang lebih baik lagi. Aamiin๐Ÿ™‚

Karawang,
Djayanti Nakhla Andonesi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s