Amalkan … :)


Teman saya, meminta bantuan untuk membuat sesuatu di komputer. Sepele saja padahal. Yakni, membuat grafik dari data yang sudah tersedia di MS. Excel.
Tapi,
boro-boro berhasil, rupanya aku malah membuat temanku semakin kebingungan. Aku sendiri bingung. Hahaha.
Yah begitulah. Kalau ilmu tidak dipakai, tidak diamalkan, tidak dibagikan, akan hilang dan meruap dengan sendirinya. Ckckck. Padahal dulu belajarnya pake duit loh, ampe bela-belain kursus komputer), padahal dulu belajarnya makan waktu yang lumayan loh. Ckckck. Sayang banget kan?
Kejadian serupa juga pernah aku alami. Pas banget waktu itu, atasan minta aku ngecek di mesin yang udah lamaaaa banget enggak aku operasikan. Malunyaaa minta ampun! Mana cuma aku doang operator yang tersisa (yang pernah mengoperasikan mesin tsb). Ditambah, si bos yang nongkrongin kinerja aku yang lupa blas sama semua cara kerja di mesin yang dimaksud. Bikin aku makin keringet dingin ajaaa. Hfft. Meskipun saat itu aku udah jujur banget kalau aku lupa cara mengoperasikannya, secara hampir setahun aku sudah enggak megang-megang tuh mesin lagi. Tapi karena, sekali lagi, cuma aku operator yang pernah make tuh mesin (yang lain udah pada cuti akhir taun), jadilah aku berjibaku mengingat-ingat kembali apa yang bisa aku lakukan terhadap mesin itu. Dan, voilaaaa! Akhirnya aku berhasil menuntaskan kerjaanku di mesin itu. Itupun setelah keringat dingin mengucur deras *lebay*, dan setelah si bos sudah pergi entah kemana. Mungkin karena gemas nunggu aku ngerjain requestannya engga kelar-kelar, haha. Maapph bos!

Dan beberapa waktu lalu, aku diingatkan lagi. Ketika kawanku diajarkan E-proc (sebuah sistem jaringan yang diperuntukan untuk kebutuhan pabrik), oleh tutor handal. Sang tutor nyeletuk saat kawanku sudah tergolong bisa setelah diajarkan beliau.
“Nah, nanti kamu ajarkan lagi ya ke bu …”
“Karena semakin kita sering mengajarkan ilmu yang kita punya, kita akan semakin paham.”
Nah, berikut kalimatnya yang makjleb banget.
“Ilmu itu kalau di pendem sendiri enggak akan berkembang.”

Wah. Iya banget!
I felt it.

Aku juga jadi ingat, dulu ketika aku lebih dahulu paham pelajaran kimia, dan beberapa pelajaran lain, lalu aku men-share-kan apa yang kubisa pada teman-teman sekolahku, dengan cara belajar bareng, aku merasa aku semakin paham pelajaran yang aku share-kan. Subhanallah.

Termasuk sekarang, ketika sudah lulus sekolah, pelajaran kimia yang dulu pernah ku kuasai itu, bagai meruap dibawa angin, karena tak pernah lagi kuamalkan. Innalillahi…😦

Maka bersyukurlah, orang-orang yang mendedikasikan dirinya untuk selalu beramal, baik terhadap ilmu ataupun rezeki yang dititipkan.

“Kedua telapak kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sampai dia ditanya tentang umurnya untuk apa dihabiskan; tentang ilmunya, apa yang dia amalkan; tentang hartanya, dari mana dia dapatkan dan pada perkara apa dia infakkan (belanjakan); serta tentang badannya, pada perkara apa dia gunakan.” HR. At-Tirmidzi dan beliau katakan, “Hadits hasan sahih.” Lihat Silsilah ash-Shahihah 2/666

Jadi, masih mau mendem ilmu sendirian? Atau, masih betah untuk tidak beramal?🙂

Catatan ini untuk mengingatkan diriku sendiri, khususnya, dan untuk pembaca setiaku, umumnya.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s