Studi kasus: hubungan gorengan dan sifat seseorang


Alkisah, di sebuah pabrik jengkol yang merknya sudah terkenal di seantero dunia, ada sekelompok pekerja yang gigih, tekun, dan baik hati.
Di pabrik jengkol terbesar di kawasan itu, terdapat beberapa bagian. Dan di masing-masing bagian, ada yang bekerja sebagai staff, ada juga sebagai user atau operator.

Pabrik jengkol berskala internasional ini pun memiliki aturan yang ketat. Termasuk soal waktu kerja, yang dibagi menjadi tiga zona waktu. Zona satu, zona dua, dan zona tiga.
Zona satu dimulai dari pukul 7 sampai pukul  4 sore, zona dua dimulai pukul 4 sore sampai pukul 12 malam, dan zona tiga dimulai pukul 12 malam berakhir pukul 7 pagi. Begitu seterusnya. Bahkan, setiap hari sabtu atau minggu, ada jam kerja tambahan dengan bayaran yang spesial atau disebut lembur.

Nah,

tidak semua bisa merasakan ketiga zona tersebut. Yang sudah ditetapkan di zona satu, ada yang seterusnya bekerja di waktu zona satu. Namun, ada keringanan dari manajemen perusahaan jengkol tersebut, yang mana bila ada yang memiliki keperluan atau lain-lain bisa menggunakan hak cuti.
Nah, cuti ini juga unik. Ada cuti yang full, ada juga yang setengah hari.

Nah, diantara para user itu, ada seorang pekerja yang baik hati, sebut saja Baut.
Baut ini, kalau misalnya cuti setengah hari, tak segan-segan untuk membawa makanan seperti gorengan dengan jumlah yang banyak, karena untuk dibagikan pada teman-temannya yang memang sering keroncongan walau sudah diisi makanan sebelumnya, hahaha.

Baut tak pandang bulu, siapapun temannya, baik yang sesama user atau yang staff yang sering nongkrong di ruangan Baut, selalu diperlakukan dengan baik. Termasuk dengan gorengan yang dia bawa banyak itu, siapapun boleh memakannya. Halal.
Baut sih oke-oke saja, wong dia berhati mulia.
Namun teman Baut, sebut saja Kunci Inggris, sempat berkomentar, tepatnya bertanya.
“Eh, Baut. Mereka para staff itu, pernah bawa makanan enggak ke ruangan ini?”

Baut dengan polos menggeleng.
Si Kunci Inggris ini, mengangguk-angguk, oh begitu. Akhirnya si Kunci Inggris menemukan kasus, dan berhipotesa, ternyata gaji itu tak selalu berbanding lurus dengan niat baik.

Buktinya si Baut, yang notabene gajinya lebih kecil dari para staffnya, malah lebih loyal pada teman-temannya dengan tanpa pandang bulu.

Itu hipotesa pertama si Kunci Inggris.

Nah, lain waktu.
Beberapa staff sedang nongkrong di ruangan si Baut. Salah satu staff baru saja membuka pintu sambil membawa kresek, dia habis dinas luar di perusahaan yang tergabung dalam Jengkol Company Grup.
Lalu staff yang sedang di dalam ruangan bertanya dengan antusias pada staff yang baru saja masuk itu, “eh itu gorengan ya?”

“Bukan, gorengan mah ada di (ruangan) atas,” jawab si staff yang baru masuk itu.

Sontak si Kunci Inggris yang kebetulan ada di ruangan itu, menemukan hipotesa baru.
Ternyata, gorengan bisa menunjukkan sifat seseorang.

Buktinya, kejadian yang baru saja si Kunci Inggris amati.
Ternyata, si staff hanya akan membagi gorengannya pada sesama staff saja.
Tetapi, tak segan-segan menyerbu gorengan user dengan mendatangi ruangan user, meskipun mereka tak pernah benar-benar sengaja atau niat membagi gorengannya pada user, semisal pada Baut yang jelas-jelas sering berbaik hati pada mereka, bila mereka mampir di ruangan Baut.

Hahaha. Cukuplah gorengan menjadi salah satu cara untuk mengukur sifat seseorang.
Meski bisa saja Hipotesa ini keliru. Dan tentu saja tidak bisa digeneralisir.

Ah, ini kan hanya studi kasus iseng-iseng yang dilakukan si Kunci Inggris saja. Sebagai tanda perhatiannya pada dunia yang begitu fana ini.

Kalau ada yang tersungging dari tulisan ini, jangan diambil hati ya, serap hikmahnya sajašŸ˜‰

(Eh betewe, koq di pabrik jengkol ada Baut sama Kunci Inggris segala? Hahaha, lieur nya? :D)

Salam,
Djayanti Nakhla Andonesi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s