Tips membuat Skripsi, tanpa Frustasi! Ala Djayanti :D


Kalau udah ngomongin Skripsi, pasti yang kebayang di benak banyak mahasiswa tingkat akhir adalah kesibukan dan kerepotan tingkat dewa! Dan tak jarang, kegalauan pun melanda (pengalaman, haha). Misal, galau milih judul, bahkan sampai galau milih calon. Wkwkwk. Yang terakhir, enggak lah ya… enggak ada hubungannya sama skripsi. :p Tapi kalau dihubung-hubungkan mah bisa aja sih. *halah, ngomong apa sih, :D*

Well, back to the topic!
Setiap orang punya caranya masing-masing untuk menghadapi skripsinya (masing-masing juga). Tapi enggak ada salahnya juga ‘kan kalau kita serap tips dari orang lain, dalam blog ini orang lain itu sebut saja aku… dan walaupun nanti ada tips yang enggak nyambung menurut kalian, sambungin sendiri aja ya. *Penulis yang aneh, Hihi….*

Oke. Mari kita mulai dengan membaca basmallah (untuk yang beragama Islam, atau bagi yang di luar Islam, silakan baca apa saja yang anda ingin baca).
Mengapa harus membaca basmallah? Karena, sebagai bentuk penghormatan kita sebagai hamba Allah.

*udah selesai baca Basmallah? Yuk kita mulai*

Tipsnya gampang-gampang koq, cuma dibutukan kesungguhan untuk melakukannya. *pasang mimik sersan*

1. Mendekat pada pemilik takdir.

Sudah dengar ‘kan, kalau kita mendekat padaNya sejengkal, Allah akan mendekati kita sehasta, kalau kita mendekat dengan berjalan maka Allah akan mendekati kita dengan berlari.
Wow, subhanallah, kan?πŸ™‚
Dan karena Allah pemilik segala urusan, kita mesti punya sopan santun dong padaNya.πŸ™‚ Kita awali urusan kita dengan mendekat padaNya.
Selalu sisipkan doa yang terbaik untuk kelancaran dan kemampuan menyelsaikan skripsi dengan baik dan tepat waktu, tanpa harus bayar charge lagi.
Syukur-syukur, mendekat pada Allah tak hanya pada saat mengerjakan skripsi aja, ^_^

2. Usaha to the max!
Karena kita tak cukup hanya berdoa dalam diam, maka kita harus kudu wajib berusaha! USAHA yang kita lakukan pun harus didasari dengan hati yang ikhlas, rela serela-relanya karena tugas skripsi ini cukup menyita dan menguras pikiran, tenaga, waktu, dan kantong, hehe.

Beberapa usaha itu, antara lain :
-> Rajin-rajinlah membaca. Tentunya membaca apa yang relevan dengan materi yang kamu garap. Jangan begini, skripsi kamu bertema peternakan ayam, kamu bacanya tentang peternakan dinosaurus! Ya enggak bakal nyambung. Hehehe.

-> Rajin-rajinlah bertanya. Bertanya pada orang yang menjadi sumber, responden, atau yang ahli dalam materi yang kamu garap.

-> Rajin-rajinlah menulis skripsi. Ya iyalah, kalau udah rajin baca, rajin nyari sumbernya, tapi enggak ditulis-tulis juga itu skripsi, ya kapan mau selesainya? Hehehe.

Oia, tips menulis skripsi buat kamu yang juga nyambi kerja, kamu bisa gunakan gadget yang ada. Di sana kan biasanya ada aplikasi Windows ya, atau download King Soft Office, jadi kamu bisa ngetik catatan-catatan yang kamu butuhkan di mana saja, seperti saat berada di bus jemputan, atau kapanpun kamu luang tapi tak sempat megang laptop / notebook.
Alhamdulillah ya, sekarang teknologi makin canggih. Jadi harus dioptimalkan untuk hal yang bermanfaat, bukan sebaliknya.

-> Rajin-rajin jugalah melihat skripsi yang sudah jadi di perpustakaan. Sebagai referensi untuk skripsi yang sesuai dengan metodologi yang kamu pilih. Tapi ingat ya, jangan COPAS BLAS! Copas yang tanpa mencantumkan sumbernya itu adalah dosa akademik!
Enggak mau kan, kelak di akhirat enggak jadi masuk surga, karena sumber yang kamu copas protes atas perbuatan tak berperikemanusiaan yang kamu lakukan!
Sebenarnya, Copas diperbolehkan. Dengan syarat! Cantumkan sumbernya. Jangan seenak udel aja maen Copas terus ngaku-ngaku karya sendiri. Walaupun hanya sebaris kalimat yang kamu copas, itu tetap saja perbuatan melanggar tata tertib berkarya. Walaupun sebaris kalimat, tetap saja itu berharga bagi yang membuatnya karena dibuat dengan mengerahkan pikiran dan perasaan.

Maka, kalau Cuma bisa COPAS TANPA MENCANTUMKAN SUMBERNYA, MENDING ENGGAK USAH JADI MAHASISWA AJA.
Karena, kalau Cuma Copas tanpa mencantumkan sumbernya, ANAK TK JUGA BISA!

Sorry ya, poin ini aku agak keras, soalnya aku ngalamin gimana enggak enaknya karya yang aku buat capek-capek, di COPAS tanpa mencantumkan aku sebagai sumbernya, oleh oranglain. Dan yang bikin ngenesnya, plagiatornya adalah teman sendiri walau beda angkatan. Ih, Capek deh!
#loh jadi Curcol. Hahaha. Oke, mari istighfar.

3. Minta Restu Dari Kedua Orangtua Atau Suami.
Hal yang kurang tepat, ketika kita heboh meminta doa pada teman-teman di dunia maya, yang notabene tak benar-benar mengenal dan memahami kita, sementara kita mengabaikan orang yang benar-benar mengenal dan memahami kita, yakni orangtua.

Ya, kalau mereka masih ada, mintalah restu dan doa dari orangtua sebagai anak, kalo udah berstatus istri berarti pertama kali minta doa restunya pada suami, untuk setiap kesuksesan kita, karena ridho Allah ada pada mereka.
Barulah setelah itu, kita meminta doa pada teman-teman dan sanak family yang bersedia mendoakan dengan tulus akan keberhasilan kita.
Karena, doa adalah senjatanya orang muslim, dan bisa menjadi pengubah nasib, yang kurang beruntung insyaAllah dibantu dengan doa yang tulus dan ikhtiar tentu saja, menjadi lebih beruntung.

4. Perbanyak Sedekah
Bila kita membantu / menolong oranglain, sebenarnya kita sedang menolong diri kita sendiri. Ya, bersedekah, adalah bentuk pertolongan pada orang lain, yang secara tidak langsung kita menabung pertolongan untuk diri kita sendiri.
Nah, saat mengerjakan skripsi, paling tidak kita akan menemukan berbagai rintangan, biasanya. Dan untuk mengatasi rintangan itu, insya Allah kita akan tertolong dengan sedekah yang kita keluarkan. Akan kita temukan solusi terbaik yang Allah berikan, bila kita bersedekah dengan ikhlas, Lillahi taala.
Oia, selain sedekah finasial, sedekah juga bisa berbentuk sholat duha, atau memberikan informasi pada orang yang sedang membutuhkan.
Seperti yang saya alami. Saat itu, ada teman yang sedang kuliah di Yogya, dia mudik ke Karawang sekalian nyari responden yang berstatus pernah menjadi TKI, karena materi skripsinya berhubungan dengan hal itu.
Nah, kebetulan, tetanggaku juga ada yang pernah menjadi TKI, maka aku tak segan-segan memediasi mereka untuk bertemu. Supaya bahan skripsi temanku itu terpenuhi.
Alhamdulillah, mediasi berjalan lancar. Kami berhasil mewawancarai tetanggaku yang pernah menjadi TKI itu.
Dan alhamdulillah, aku membantu skripsi temanku itu, secara tidak langsung, aku juga didoakan supaya skripsiku lancar.
Nah, kan jadi lancar semua skripsinya. Alhamdulillah,πŸ™‚

5. Fokus!
Fokus sangat dibutuhkan ketika kita mengerjakan skripsi ini. karena kalau tidak fokus, pembahasan kita akan melebar ke mana, atau hitung-hitungannya menjadi ngawur. Hipotesa kemana, kesimpulan kemana.
Nah, saat mengerjakan skripsi, kita bisa meminta pengertian orang rumah untuk tidak menganggu kegiatan berskripsi ria kita.
Tapi jangan juga begini, kita menjadi malas mengerjakan pekerjaan rumah hanya karena alasan sibuk skripsi.
Intinya, tahu prioritas lah, ya.

Oia, ini yang paling penting. Saat kita browsing hal-hal yang diperlukan untuk materi yang sedang kita bahas, jangan sekali-kali membuka sosial media seperti FACEBOOK, TWITTER, INSTAGRAM, dan sejenisnya. Walau awalnya Cuma sekedar baca-baca status oranglain aja, atau posting apa yang sedang kita kerjakan, misal lagi ngerjain skripsi nih!. Please, Jangan banget deh!
Karena, biasanya, tujuan pertama kita untuk fokus mengerjakan skripsi akan buyar bila kita membuka akun-akun itu. Yang ada, kita malah asyik komen-komenan, posting-postingan, dan akhirnya lupa sama materi skripsi. (pengalaman, ahahaha)

6. Perhatikan Penyimpanan Data
Kalau kita terbiasa menyimpan data di mana saja, pada saat menyimpan data skripsi tolong kebiasaan itu dibuang dulu.
Enggak mau kan, skripsi yang sudah dibuat dengan susah payah, berdarah-darah, mendadak raib hanya karena kita menyimpannya sembarangan.

Misal, kita menyimpannya di flashdisk, lalu flashdisknya hilang. Oh enek banget pasti.
Seperti yang dialami suamiku, ketika itu dia sempat kehilangan flashdisk. Padahal isinya tentang revisian skripsi semua. Untunglah suami memback-up data skripsinya di PC. Sehingga, mimpi buruk harus mengetik ulang semua skripsinya, tak sampai terjadi.
Kejadian serupa juga pernah aku alami saat mengerjakan skripsi, laptopku rusak. Padahal data skripsiku ada di sana semua. Jadilah aku ketar-ketir ke tukang service laptop, supaya skripsiku terselamatkan. Alhamdulillah, saat itu masih terselamatkan. Aku sujud syukur saat itu juga.

Nah, makanya, buat kamu yang lagi ngerjain skripsi, BACK-UP lah data skripsi di GOOGLE DRIVE. Atau EMAIL.
Memback-up data di dua tempat atau lebih, seperti menyimpannya di Flasdisk sekaligus di PC memang tepat. Tapi, untuk lebih amannya, kita harus juga mem-back-up data skripsi di google drive atau email. Karena, menyimpan data di google drive dan di email, tidak berpotensi hilang atau kena virus, dan lebih mudah diakses dimana saja.

7. Nurut sama Dosen Pembimbing!
Kalau dosen bilang, bimbingan hari H. ya ikutin aja. Berarti kamu harus tepat waktu, Hari H yang dimaksud, kamu harus sudah merevisi skripsi kamu. Ingat! Harus tepat waktu!
Jangan sampai, masa bimbingan udah mau habis, kamu baru nongol. Itu namanya, kamu cari perkara sama dospem. Wadezig!

Dan, walaupun ngenes, liat karyamu dicorat-coret sama Dosen pembimbing, kamu jangan berkecil hati. Karena itu berarti Dosen pembimbing kamu perhatian! Beliau tidak ingin, karya anak bimbingannya berada di skor yang menyedihkan kualitasnya. *bersyukur*

Kalau ada dosen pembimbing yang enggak pernah nyoret sebaris pun skripsi kamu, jangan GR dulu, karena kita patut curiga, jangan-jangan itu dosen enggak meriksa hasil revisian skripsi kita.
Rugi dong, kita udah capek-capek ngerevisi tapi enggak di evaluasi? Buat apa ada dosen pembimbing kalau gitu? Hehehe.

Tapi, kalau kebalikannya, ada dosen pembimbing yang hobby banget nyorat-nyoret hasil revisian kamu, sampai enggak ada satu kalimatpun yang selamat dari coretannya, mungkin kamu boleh bertanya pada beliau, apa kamu pernah bikin beliau tersinggung, sehingga beliau sentimen? Hehehe. Nah, kalau emang gitu keadaannya, cepat-cepatlah minta maaf pada beliau. ^_^
Karena biasanya berlaku rumus begini : pasal satu, dosen tak pernah salah. Pasal dua, kalau dosen salah balik lagi ke pasal satu. Hahahaa. *just kidding*

8. Keep spirit and Positive Thinking
Semangat adalah amunisi yang membuat kita percaya diri dalam membuat skripsi. Tanpa semangat, hidup akan terasa kiamat. Hehehe.
Sesulit apapun, sepusing apapun skripsi yang kamu kerjakan, kalau kamu tetap semangat, maka kamu pasti bisa menjalani serta mengakhirinya dengan baik.

Pun dengan pikiran. Harus selalu positif. Seruwet apapun kisahmu dalam membuat skripsi, kalau pikiran tetap happy dan positif, in sya Allah skripsimu akan kelar dengan tepat waktu. Karena positive thinking akan membawa alam bawah sadarmu untuk tetap melakukan yang terbaik tanpa putus asa.
Positive thinking atau berpikiran positif juga akan membuatmu lebih enjoy dan rileks, serta lebih terhindar dari potensi mengalami TBC karena skripsi, hehehe.

Dan yang lebih penting, positive thinking akan membuatmu menemukan kebahagiaan yang tersembunyi. Misal, saat kamu harus berpayah-payah menunggu dosen pembimbing yang jam ngajarnya puadet, kamu akan berpositive thinking karena ternyata, kamu mendadak ketemu teman lama saat menunggu sang dosen.

Atau, misalnya kamu ditakdirkan mempunyai dosen pembimbing yang super duper galak, jika kamu berpikir positif, maka kamu akan menyadari betapa dosen pembimbing itu telah berjasa membuat mental kamu lebih tegar, lebih kuat.

Dan atau, ketika kamu sudah berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan yang terbaik terhadap skripsimu itu, namun hasilnya saat sidang nanti ternyata tidak seperti yang diharapkan, tetaplah berpikir positif, karena dibalik semua itu, kamu tahu kalau ternyata kamu mampu berproses dengan optimal dan sungguh-sungguh. Kamu tahu, kamu adalah pemenang atas semua kemalasan yang menghantuimu selama pembuatan skripsi itu. kamu akhirnya menyadari, betapa kamu memiliki potensi besar untuk bersyukur.

Bukankah Islam sangat menghargai proses?
Maka nikmatilah proses pembuatan skripsimu! Tanpa mengeluh! Apalagi misuh-misuh!
Karena, meskipun kini harus berpayah-payah, suatu saat itu semua akan dikenang sebagai kenangan terindah. (lumayan jadi bahan untuk ngedongengin anak cucu, hehe)
Positive thinking-lah! Dan semangatlah! Percayalah pada diri sendiri, bahwa kamu pasti bisaaaaa!
^_^

Demikian, beberapa tips membuat skripsi tanpa frustasi ala Djayanti, hehehe. Semoga bermanfaat!
Mohon maaf kalau ada kalimat yang rancu, enggak nyambung, atau menusuk di hati. Da apa atuh aku mah (kata yg lagi booming) cuma manusia biasa yang kalau digigit nyamuk pasti gatel, hehehee.

Salam,
Djayanti Nakhla Andonesi
@Kaumjaya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s