Selamat Datang 1437 Hijriah


Tak terasa, kita sudah berada di tahun yang baru. 1437 Hijriah. Semoga di momen pergantian tahun baru hijriah ini, kita bisa benar-benar memperbaiki diri kita dari sebelumnya. Ya, kita berusaha lebih baik dari diri kita kemarin, bukan lebih baik dari orang lain. Karena, kalau kita berpatokan harus lebih baik dari orang lain, nanti akan timbul sifat sombong. Padahal, sungguh, sombong itu hanya pakaian yang pantas dipakai oleh Allah SWT.

Da kita mah apa atuh… bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, semuanya cuma diberi titipan saja.

Maka, kita pun paham. Kalau kita dititipi sesuatu, tentu mesti kita jaga dengan baik. Pernah kan, kita dititipi buku oleh Teman? Bagaimana cara kita memperlakukan buku tersebut? Bukankah kita akan dengan sangat hati-hati dalam memperlakukannya? Atau bahkan bila hati kita mulia, kita akan merapikan bagian-bagian buku yang kurang baik atau sempurna.

Apatah lagi ini, kita dititipi nyawa oleh Allah SWT. Tentunya, kita harus lebih berhati-hati lagi dalam menggunakannya. Agar ketika nyawa ini kembali kepada-Nya, dalam keadaan yang baik. Dalam keadaan yang tenang. Karena, jiwa-jiwa yang tenang lah yang akan disambut dengan sapaan mesra oleh-Nya.

“Yaa…ayatuhannafsul muthma’innah. Irji’ii ilaa Robbiki roodhiyatammardhiyyah. Fadkhulii fii ‘ibadii, Wadkhulii jannati...” ( Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi dirihai-Nya. Maka Masuklah ke dalam jama’ah hamba-hambaku, dan masuklah ke dalam surgaku. | QS. AL-FAJR : 27-30)

Maasyaa Allah 

Cukuplah masa lalu menjadi pembelajaran untuk kita. Dan semoga kita semua belajar lebih baik lagi. Agar kita segera merapat menuju panggilan-Nya. Agar kita segera membantu siapapun yang membutuhkan pertolongan. Agar kita segera merapikan hati yang berantakan. Agar kita selalu ingat pada-Nya, dalam kondisi apapun. Agar kita selalu bersyukur atas apapun. Agar tak ada waktu yang terbuang percuma. Agar, kita menjadi jiwa-jiwa yang ‘muthmainnah’. Agar kita dapat disapa dan dimasukkan oleh-Nya, ke surga.

Aamiin.

Memang, belajar menjadi pribadi yang lebih baik dari kemarin, tak cukup dalam waktu sehari dua hari. Butuh proses yang continue. Butuh proses yang panjang ke depan. Dan kesemuanya itu butuh kekuatan, kesabaran, dan semangat. Selalu sepanjang waktu. Ya Allah, karuniakanlah kami kekuatan, kesabaran dan semangat untuk itu.

Allahu Akbar!!!

Djayanti Nakhla Andonesi

Kaumjaya, Telukjambe, Karawang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s