Review Mito A75 saya


Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk lomba apapun. Hanya sekedar review dari salah satu customer cantik menurut suaminya sendiri,  tujuannya agar yang direview maupun yang mereview bisa lebih berkah lagi. Hehe, aminkan dong ^^
Begini.
Awal tahun 2015, saya memutuskan untuk membeli handphone baru. Bukan untuk sekedar gaya-gayaan atau gaya beneran, bukan juga untuk tuturut munding alias ikut-ikutan. Tapi memang karena hp saya sedang rusak parah sampai tak bisa diapa-apakan lagi, sehingga saya benar-benar membutuhkan hp baru untuk komunikasi, tentunya, dan untuk alat menulis. Karena, barangkali, walaupun belum jadi penulis beneran, saya tidak bisa jauh dari dunia tulis menulis, walaupun misalnya cuma nulis status bbm atau facebook yang ga begitu penting bagi oranglain.

Tapi, saya memang selalu berharap agar apa yang saya tulis bisa bermanfaat, minimal buat saya sendiri.

Nah, ditengah deadline yang mesti saya kejar, saya mesti memakai handphone yang writeable. Sayangnya, saya kurang sabar untuk browsing handphone mana yang ramah penulis amatir sekaligus ramah kantong.
Maka, saya terburu-buru deal membeli Mito A75 yang waktu itu harganya 1, 5 juta. Karena, selain harganya yang sesuai budget saya waktu itu, saya seperti ‘terhipnotis’ alias ter-apa ya namanya- ya seperti mudah sekali terbujuk ajakan untuk membeli, semacam itulah, oleh promotor dari Mito. Mereka menjelaskan begitu ramah dan detail.
Sementara saya yang tak sabar dan mepet deadline, akhirnya Mito A75 itu resmi menjadi milik saya per awal Januari 2015.

Awalnya semua baik-baik saja. Namun, akhir Februari, Mito A75 saya mulai bermasalah. Touchscreennya error. Saya tidak bisa mengetik beberapa huruf di keyboardnya. Selain itu, saya juga ngeri, seringkali layarnya terpencet-pencet sendiri. Padahal saya yakin tidak sedang ngelindur apalagi tidur. Jadi, yaaa akhirnya HP yang baru dua bulan mampir di tangan saya, harus saya ‘sekolahkan’ dulu di tempat resmi yang menggaransinya.

Syukurlah, garansi barang yang diberikan setahun lamanya. Jadi, saya tidak perlu mengeluarkan kocek lagi untuk memperbaikinya. Namun, resikonya, saya harus berpisah dengan mito a 75 itu sebulan lamanya. Yup, proses perbaikan dari jalur garansi memang gratis, tapi lama abis. Itupun kita harus rajin-rajin menanyakan kabar pada operator mengenai sang mito nun jauh di mato.

Poin plusnya, karyawan atau CS mito tergolong sabar dan ramah. Yaiyalah, kalau enggak sabar dan ramah, wassalam aja dah😀

Sebulan berselang, akhirnya sang mitoku kembali. Dengan mata berbinar-binar seperti bensin di atas aspal yang kena sinar, saya mendapatkan kembali sang mito dengan keadaan yang lebih baik.

Tidak lama, seminggu kemudian, chargeran hp mitonya bermasalah. Dan sayapun segera ‘melarikan’nya ke counter yang bersangkutan. Awalnya, mereka tidak bisa mengganti dengan yang baru, harus beli sendiri karena chargeran tidak digaransi.
Namun, karena melihat saya yang pikarunyaeun atau entah piseubeleun (karena complain terus), akhirnya CS yang sering saya komplenin itu, yang gayanya mirip Afgan kalau dipikir-pikir, dan kebetulan waktu itu saya lagi males mikir , mengganti charger saya dengan charger miliknya. Haduh, makasih. Moga enteng jodoh dan jodohnya cakep dunia akhirat, aamiin.

Beberapa bulan kemudian, tepatnya bulan Agustus, mito a75 saya ngadat lagi. Dengan jenis error yang sama, hanya lebih parah. Hiks. Perasaan, saya enggak galak-galak amat.
Dan karena saya males buat balik lagi ke counter bersangkutan, yang mungkin juga khawatir bikin CS nya pingsan (karena eike lagi eike lagi yang mitonya bermasalah, eh yang lain juga banyak ternyata yang masalahnya sama), jadi saya putuskan untuk memperbaikinya di teman suami saya saja, yang memang jago reparasi Hp. Resikonya saya tidak akan dapat garansi lagi dari mito.

Namun, karena teman suami saya itu sedang suibuk luar biasa, akhirnya mito a 75 saya tak pernah disentuh tangan sang ahli.  Walhasil, sang mito pulang kepada genggaman saya dalam keadaan masih error jelita. Hfft.

Entah bagaimana, setelah saya berdoa semoga tanpa reparasipun bisa kembali normal, ajaib, Allah berkenan mengabulkannya. Mito A75 saya normal tanpa harus direparasi.

Dan, rupanya Allah menguji iman saya lagi. Oktober 2015, mito a 75 itu, kembali error. Masalahnya ya itu, screennya. Error.

Padahal belum genap setahun. Hiks. Ketika saya iseng-iseng tanya, berapa harga reparasi screen jika ke bengkel biasa, ternyata lumayan mahal. Itupun perlu waktu lama.

Ah, mendingan kirim lagi aja deh ke counternya, perbaiki lewat jalur garansi. Kan masih memenuhi syarat garansi, belum setahun dan belum sempat diotak-atik oleh orang lain. Biarin deh harus lama menunggu, yang penting enggak beban di doku.
Hfft. Semoga segera sembuh ya, mito a75,  biar bisa segera dijual, karena sepertinya, saya lelah. Sungguh, Hayati lelah, Mito.😀

Eh, kira-kira, kalau dijual dengan riwayat begitu, laku berapa ya? Ada yang bisa kasih tahu atau tempe?

Oia, semoga Mito semakin lebih baik lagi, ya. Aamiin. Semangat, Mitooo!!

~salam hormat
Djayanti Nakhla Andonesi

5 thoughts on “Review Mito A75 saya

  1. Membeli merek lokal memang dilematis ya Mbak. Saya pribadi masih enggan membeli merek lokal kalau bukan karena hadiah, hehe. Teman saya juga pernah beli merek lokal, belum lama eh dah error, trus akhirnya ya musti ganti.

    Bukannya ga nasionalis, tapi memang kualitas mereka belum teruji sih. Konon, mereka belum punya portofolio teknologi seperti merek-merek Taiwan, Korea, atau Jepang. Tiga negara itu memang sudah kompeten dan punya paten serta pengalaman panjang di bidang teknologi.

    Kalau mau beli, sebaiknya Asus.Mbak. Produknya bagus, teman-teman saya pada puas pakainya, Nah, soal harga Mito dengan kondisi ringkih begitu, mungkin 300ribu kali ya. Dijual di konter aja Mbak. Kalo di forum jual beli kayak kaskus, jarang sih yg nyari merek lokal, apalagi yang udah sakit hehe.

    Semoga segera dapat ganti🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s