OPPO R7s : Pilihan Tepat untuk Kita Semua


Tanggal 7 Desember 2015, saya mengalami kecelakaan, yang menyebabkan tulang betis kaki kiri saya patah. Bersamaan dengan itu, handphone saya pun ikut terjatuh. Sehingga kameranya pecah. Hiks. Padahal, handphone tersebut belum lama ini saya beli. Jadilah, saya harus menabung lagi untuk membeli handphone baru yang benar-benar tepat. Karena, kebetulan handphone yang rusak kameranya itu, memang kualitasnya masih low. Sehingga, saya berniat untuk memiliki handphone yang kualitas kamera dan seluruh speknya mantap.

Saya pun teringat dengan mbak-mbak manis yang pernah saya temui di counter beberapa bulan lalu.

Ya, pada tanggal 25 Oktober, saya dijelaskan oleh Mbak-mbak counter tentang berbagai HP yang tersedia. Dan di antaranya adalah OPPO R7s. Waktu itu, saya memang belum ada budget untuk membelinya, namun saya masih ingat percakapan saya dengannya.

“Bu, ini speknya bagus. Kameranya canggih. Bisa selfie dan wefie dengan puas. Dan hemat baterai.”

“Oh, begitu.” ujar saya sambil mengamati OPPO R7s yang memang elegan itu.

“Saking hematnya, ibu kalau lagi enggak sempet ngecharge atau lagi buru-buru, OPPO R7s ini bisa dicharge 5 menit doang untuk tahan 2 jam, soalnya baterainya berkapasitas 3070mAh, dan mengusung teknologi VOOC Flash Charge.” papar si Mbak berkerudung itu.

Saya waktu itu manggut-manggut. Cocok buat saya yang memang kadang enggak sempat ngecharge.

“RAM nya juga gede, 4 GB. Enggak akan khawatir bakal kendala pas download. Terus bisa ditambahkan kartu microSD sampai 128 GBLanjut si Mbak.

Sebenarnya saya sangat tertarik, namun karena saat itu kantong lagi kempes, jadi saya hanya memasukkannya ke dalam wish list saya. Dalam hati saya bertekad suatu saat untuk memilikinya.

Nah, setelah kecelakaan tanggal 7 kemarin, yang menyebabkan HP lama saya ikut rusak, saya berniat untuk memiliki HP yang baru. Dan OPPO R7s menjadi target saya. Karena, setelah saya browsing, ternyata OPPO R7s ini memang sangat mantap. Benar apa yang dibilang si Mbak yang manis waktu itu.

Aaaah, saya makin mupeng alias makin pengeeeen punya OPPO R7s ini. Kamu mau juga? Iya, kamu yang lagi baca ini, kawan. Apalagi bagi kawan-kawan yang biasanya ganti tahun ganti handphone, bisa menjadikan OPPO R7s sebagai gadget baru yang paling pas untuk tahun baru.

Sini yuk, simak terus.

OPPO R7s Aktif terus, terus aktif!

Continue reading

Jadilah seperti Stalaktit, Stalakmit dan Kalsit bagi Kehidupan Ini


Yeay, akhirnya, setelah proses yang lumayan panjang dan penuh penantian, buku yang membuat saya penasaran –sejak membaca judulnya saja, sampai juga di tangan saya. Boleh ya, cerita dulu. Hehe.

Bulan November lalu (ketika saya belum mendapat musibah yang menyebabkan saya tidak bisa kemana-mana dulu untuk sementara waktu), saya sedang membaca blog-nya Mbak Afifah Afra yang keren-keren banget postingannya itu, tertumbuklah saya dengan judul yang membuat saya penasaran banget. Kemudian saya mencarinya di berbagai toko buku di kota saya, Karawang. Tapi, tidak juga saya temukan. Hiks. Akhirnya, saya memutuskan untuk membeli online saja di Toko Buku Afra langsung. Kebetulan, di Toko Buku Afra sedang ada promo akhir tahun, di mana ada diskon yang menggiurkan sekali, *suka enggak tahan kalau lihat diskon* hehehe. Seperti buku Akik dan Penghimpun Senja yang harga normalnya 55 Ribu, namun, karena sedang ada diskon di Toko Buku Afra, buku tersebut menjadi 44 Ribu rupiah, belum termasuk ongkir. Setelah ditotalkan dengan ongkir, saya cukup mentransfer uang 56 ribu rupiah. Jadilah saya tanpa pikir panjang lagi langsung memesan langsung via whatsapp. Dan, responnya sangat ramah. Suka deh!

Setelah proses administrasi selesai, saya pun menunggu sang buku datang. Tapi, sampai seminggu lebih, bukunya tak juga datang. Setelah saya konfirmasi, bukunya sudah dikirim, koq. Namun, mengapa belum juga sampai ya? Padahal, selain karena saya penasaran dengan isi novelnya, saya juga sangat penasaran ingin mengikuti lomba yang deadlinenya sebentar lagi ini. Saya pun gencar mengkonfirmasi pada pihak jasa pengirim, perihal kiriman untuk saya. Dan, olalaaa…. ternyata kiriman saya belum juga tiba, karena operator jasa pengirimannya adalah orang baru. Dan beliau, masih sangat ‘gelap’ dengan letak kediaman di mana saya tinggal, maklum lah ya, saya tinggal di kampung yang cukup terpencil. Hehehe. Dan hikmah dari itu semua, saya jadi punya saudara baru, yakni pihak pengiriman jasa tersebut. Horeee!

Dan, Qadarullah ya, ketika seminggu yang lalu saya terkena musibah hingga tulang betis jadi patah, maka salah satu hikmahnya adalah, saya kini bisa leluasa mereview buku yang membuat saya penasaran ini. Emang ya, segala sesuatu itu, enggak ada yang sia-sia. 🙂

Duh, koq jadi keterusan curhatnya? Hehehe.

Baiklah, mari kita review buku cantik berikut ini.

***

Baru baca daftar isinya saja, saya sudah terkesima. Karena, dari halaman awal sampai akhir, terdiri dari sub judul yang alphabetic. Dari abjad A sampai Z, merupakan istilah-istilah Biologi, uniknya menjadi kata yang mewakili sub judul novel ini. Kreatif sekali. Dan sebelum sampai di paragraf novel, kita disuguhkan dengan puisi indah, yang bagi penikmat puisi, sangat menyentuh. Continue reading

BNI, Cocok Sekali di Hati!


Bingung milih Bank Mana?

Orang tua saya memang belum pernah menabung di Bank. Dan saya mengusulkan agar mereka menabung di Bank saja. Agar lebih aman dan juga lebih praktis. Namun, yang menjadi kendala adalah, Bank mana yang cocok bagi kedua orang tua saya. Secara, orangtua saya sudah cukup sepuh. Jadi, membutuhkan Bank dengan pelayanan yang sangat baik. Agar, ketika saya berhalangan mengantarkan beliau ke Bank, orangtua saya tetap nyaman tanpa mengeluhkan suatu apapun ketika proses administrasi.

Sebenarnya, saya sendiri sudah menjadi nasabah di sebuah Bank. Namun, karena pelayanannya kurang memuaskan, maka saya tidak merekomendasikan Bank dimana saya menjadi nasabah di sana. Karena jika saya yang masih muda saja sebal dengan pelayanan yang tidak ramah, apalagi dengan orang tua saya yang sudah sepuh?

Maka, jadilah saya mulai ‘bergerilya’. Mencari informasi sebanyak-banyaknya. Mengenai Bank mana yang akan dijadikan ‘pelabuhan’ rekening untuk orang tua saya.

Akhirnya, saya mengantongi beberapa nama Bank yang menjadi rekomendasi untuk orang tua saya. Setelah informasinya saya saring, feeling saya begitu kuat tertuju kepada BNI. Setelah itu, saya memastikan dan menggali kembali informasi sebanyak-banyaknya mengenai BNI.

Kisah nyata (salah satu) nasabah BNI

Dari sekian informasi yang saya dapatkan, saya lebih percaya pada narasumber yang saya kenal. Dan kebetulan, dari sekian teman yang menjadi nasabah BNI, semuanya mengatakan sangat puas dengan pelayanan BNI.

Bahkan, di antara teman saya, sebut saja namanya Narto, merasakan ‘uluran tangan’ BNI dengan mudah. Maka, izinkan saya menuturkan kisahnya, yang membuat saya semakin mantap memilih BNI untuk orang tua saya.

Proses mudah, pelayanan ramah

Narto saat itu sedang membutuhkan dana yang tidak sedikit. Yakni untuk keperluan membeli sebuah rumah. Saat itu nominal angka yang ditawarkan oleh penjual rumah afalah 200 juta, dengan kondisi rumah berikut pekarangannya memang luas.

Ya. Kita tahu, rumah menjadi kebutuhan bagi setiap keluarga, dan menjadi prioritas utama bagi setiap kepala keluarga, termasuk Narto. Maka, tidak heran ketika Narto begitu semangat untuk membeli rumah yang ditawarkan tersebut, karena sesuai dengan kriterianya. Namun, masalahnya, saat itu Narto hanya mempunyai uang sekitar 50 juta. Sisanya? Dia pun berusaha mencari pinjaman. Sayangnya, tak ada yang bersedia memberi sebanyak itu dalam waktu singkat. Sekalipun alasannya logis, yakni kebutuhan tempat tinggal. Karena, Narto sudah kadung malu, menumpang terus di rumah mertua, walaupun sang mertua tak pernah mempersoalkan itu.

Di tengah kebingungan untuk jadi atau tidaknya membeli rumah yang sangat strategis dan sesuai seleranya itu, akhirnya Narto mendapat pencerahan. Dia memutuskan untuk meminjam uang ke Bank. Saat itu, dia memang terbilang sangat baru menjadi nasabah di BNI. Dan, ketika dia menghubungi salah satu bagian Bank BNI tersebut, dan menceritakan keinginannya untuk meminjam uang guna membeli sebuah rumah, pihak Bank pun memberi jawaban yang sangat menenangkan. Ternyata, bank BNI memang mempunyai program untuk hal pembelian KPR seperti itu.

Jadi, singkatnya, setelah pihak Bank survey terhadap rumah yang akan dibeli itu, memastikan lelayakan fisik rumah maupun kelegalan rumah tersebut, Bank menyetujui keinginan Narto.

Dan ternyata, tak membutuhkan watu lama, Narto sudah mendapat ‘kucuran’ dana dari Bank BNI untuk membeli rumah tersebut, dengan sistem pembayaran pinjaman yang terjangkau setiap bulannya. Luar biasa. Prosesnya begitu cepat, dan pelayanannya begitu ramah. Narto memang tidak salah memilih Bank.

Mantap memilih BNI

Dari sekian informasi yang saya dapatkan dari teman-teman saya, tentang mudah dan ramahnya pelayanan BNI, dan terlebih BNI memang sudah banyak menorehkan prestasi serta berpengalaman selama 69 tahun berkiprah untuk Negeri, maka saya pun mantap memilihkan BNI sebagai ‘pelabuhan’ rekening orang tua saya. Dan, segera, saya pun akan ‘berpindah hati’ kepada BNI ini. Akhirnya, saya temukan juga Bank yang cocok di hati!

Dan di 69 tahunnya BNI, izinkan saya berdoa, semoga BNI semakin jaya ke depannya dan semakin berarti di hati penduduk negeri ini.

***Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blogging BNI 2015, ikutan yuk!***

PLN, Kau tak ‘sendirian’


Adalah kebutuhan vital saat ini, mengenai listrik. Dan sudah barang tentu, berbicara listrik di negara kita erat kaitannya dengan PLN. Karena Perusahaan Listrik Negara ini, bertugas untuk mengelola listrik yang ada di negara kita tercinta, Indonesia.

Sejauh ini, kinerja salah satu Badan Usaha Milik Negara ini sudah optimal, hanya perlu diperbaiki lagi. Mengingat, banyaknya pertimbangan yang kadang mengagetkan sebagian masyarakat, dengan adanya pemadaman bergilir. Yang jadi masalah adalah, seringkali, pemadaman itu tanpa konfirmasi kepada masyarakat. Sekalipun konfirmasi, pemadamannya berlangsung sering dan tidak sebentar. Seperti yang terjadi di kediaman teman saya, di daerah Borneo, misalnya. Saya sendiri, yang tinggal di Karawang, sering mengalami hal yang sama.

Hal itu, tentu saja membuat aktifitas individu atau masyarakat yang berkaitan dengan kelistrikan menjadi terhambat. Apalagi jika dalam skala yang besar, seperti pabrik atau home industry, yang akan kelabakan jika mengalami pemadaman mendadak. Jangankan yang mendadak, yang dipadamkan secara terjadwalpun, pasti akan mengalami kerugian yang signifikan. Dalam kata lain, secara langsung maupun tidak langsung, akan berpengaruh pada laju perekonomian masyarakat.

Untuk itu, dalam blog ini, penulis ingin menuangkan ide atau segenap saran untuk PLN, untuk menjadikan PLN semakin kece.

Pertama. Sumber daya Indonesia, seluruh dunia pun tahu, sangatlah berlimpah. Termasuk sumber daya alam yang menunjang pasokan tenaga listrik. Ambil contoh, kita dapat menggunakan, air laut yang melimpah, jika memang pasokan batubara sudah minim. Bukankah negara kita penuh dengan air laut? Jadi, tidak ada alasan tak ada pasokan ketika musim kemarau tiba.

Kedua. Kita bisa mengandalkan musim hujan. Memang, hujan seringkali identik dengan banjir. Namun, jika kita mau membuka mata lebih jeli, ada potensi yang berharga di balik banjir yang terjadi. Mungkin, kita bisa merubah cara pandang kita terhadap banjir yang sering terjadi di beberapa bagian negara ini. Banjir yang biasa terjadi, tidak lagi menjadi momok. Karena di satu sisi, kita bisa menggunakan kincir angin, untuk membangkitkan tenaga listrik dari sumber daya air yang datang tak diundang itu, alias banjir.

Kedua hal itu, bila dapat dioptimalkan dengan baik, maka tak akan ada alasan lagi, pemadaman listrik mendadak akibat tak ada pasokan tenaga.

PLN tentu saja tidak bisa bekerja sendirian. Maka dari itu diperlukan kesadaran masyarakat, untuk berpastisipasi aktif dalam menggunakan energi listrik ini secara hemat. Agar keberlangsungan nyawa listrik yang ada di Indonesia ini, dapat berjalan dengan baik. Nah, untuk membuat masyarakat semakin banyak yang menyadari akan pentingnya menjaga energi listrik dengan baik, PLN bisa membuat perlombaan yang kontinu untuk masyarakat umum. Seperti, membuat lomba kreatifitas dalam menghemat listrik di rumah, selain metode umum menggunakan listrik seperlunya. Hadiahnya juga yang menarik, agar masyarakat termotivasi untuk tak hanya menghemat energi listrik yang berharga bagi semua ini, namun juga menciptakan sesuatu yang baru, layaknya ilmuwan-ilmuwan yang termahsyur itu. Karena bukankah sebenarnya, masyarakat Indonesia adalah orang-orang yang cerdas?

Dan di usia PLN yang semakin dewasa ini, semoga semakin lebih baik lagi dalam menjalankan amanah dan mengabdi pada negeri. Dan sebagai penduduk negeri ini kami menemani dan mengawasi. Jangan khawatir PLN, kau tak sendirian.