Talking to the moon :D


Bunga…

ternyata;

Melepasmu, adalah hal terbodoh yang pernah aku lakukan.

Hingga, aku tak pernah semenyesal ini sebelumnya.

Entahlah.

Aku merasa, dunia tak pernah memberikan kesempatan padaku untuk mengakuinya.

Mengakui bahwa, sungguh, aku kehilanganmu.

Kehilangan separuh jiwaku, yang selama ini aku susun sendiri di atas sendi-sendi keyakinanku.

Bahkan aku tak hanya menghancurkan diriku sendiri.

Aku, jelas, lebih menghancurkanmu.

Menghancurkan harapanmu.

Menjadi pendampingku, orang yang telah bodoh meninggalkanmu.

Hal ini seperti lelucon.

Lelucon yang tak pernah membuatku bisa tertawa.

Karena, lelucon itu adalah keputusanku yang belum dewasa;

mendahulukan egoku, mengakhirkan kerapuhan perasaanmu sebagai wanita.

Juga mengakhirkan kenyataan bahwa aku, ternyata, tak pernah pandai jauh darimu.

Kini, biarkan aku memandangmu, dari jauh.

Meski perih membayangkan, kau tak pernah sudi lagi menatapku.

Tapi, biarkan aku bicara padamu, lewat bulan…

Meski aku tahu, kau tak pernah akan lagi sudi mendengarkan.

“Talking To The Moon” (Bruno Mars)

I know you’re somewhere out there
Somewhere far away
I want you back
I want you back
My neighbors think
I’m crazy
But they don’t understand
You’re all I had
You’re all I had

[Chorus:]
At night when the stars
Light up my room
I sit by myself
Talking to the Moon.
Trying to get to You
In hopes you’re on
The other side
Talking to me too.
Or Am I a fool
Who sits alone
Talking to the moon?

Ohoooo…

I’m feeling like
I’m famous
The talk of the town
They say
I’ve gone mad
Yeah
I’ve gone mad
But they don’t know
What I know
Cause when the
Sun goes down
Someone’s talking back
Yeah
They’re talking back
Ohhh

[Chorus:]
At night when the stars
Light up my room
I sit by myself
Talking to the moon.
Trying to get to You
In hopes you’re on
The other side
Talking to me too.
Or am I a fool
Who sits alone
Talking to the moon?

Ahh… Ahh… Ahh…
Do you ever hear me calling
(Ahh… Ahh… Ahh…)
Ho hou ho ho hou

‘Cause every night
I’m talking to the moon

Still trying to get to you
In hopes you’re on
The other side
Talking to me too
Or am I a fool
Who sits alone
Talking to the moon?

Ohoooo…

I know you’re somewhere out there
Somewhere far away

Catatan pemilik masa lampau;
#sedang dalam proyek novelku ^0^

Djayanti Nakhla Andonesi

Mei 2013

Demikian


Satuduatigaempatlimaenamtujuhdelapansembilansepuluhsebelasduabelastigabelasempatbelaslimabelasenambelastujuhbelasdelapanbelassembilanbelasduapuluhduapuluhsatudapuluhduaduapuluhtigaduapuluhempatduapuluhlimaduapuluhenamduapuluhtujuhduapuluhdelapanduapuluhsembilantigapiluhtigapuluhsatutigapuluhduatigapuluhtigatigapuluhempattigapuluhlimatigapuluhenamtigapuluhtujuhtigapuluhdelapantigapuluhsembilanempatpuluhempatpuluhsatuempatpuluhduaempatpuluhtigaempatpuluhempatempatpuluhlimaempatpuluhenamempatpuluhtujuhempatpuluhdelapanempatpuluhsembilanlimapuluh!

Limapuluhsatulimapuluhdualimapiluhtigalimapuluhempatlimapuluhlimalimapuluhenamlimapuluhtujuhlimapuluhdelapanlimapuluhsembilanenampuluhenampuluhsatuenampuluhduaenampuluhtigaenampuluhempatenampuluhlimaenampuluhenamenampuluhtujuhenampuluhdelapanenampuluhsembilantujuhpuluhtujuhpuluhsatutujuhpuluhduatujuhpuluhtigatujuhpulujrmpattujuhpuluhlimatujuhpuluhenamtujuhpuluhtujuhtujuhpuluhdelapantujuhpuluhsembilandelapanpuluhdelapanpuluhsatudelapanpuluhduadelapanpuluhtigadelapanpuluhempatdelapanpuluhlimadelapanpuluhenamdelapanpuluhtujuhdelapanpuluhdelapandelapanpuluhsembilansembilanpuluhsembilanpuluhsatusembilanpuluhduasembilanpuluhtigasembilanpuluhempatsembilanpuluhlimasembilanpuluhenamsembilanpuluhtujuhsembilanpuluhdelapansembilanpuluhsembilanseratus!!!

Demikian

Karawang, 8 Desember 2012
Djayanti Nakhla Andonesi

Tahukah Kau, Angel?


Tahukah Kau, Angel?*

mungkin kau sudah lupa; bagaimana caranya kita menata
serakan bintang menjadi cindera mata;
tapi aku tidak

mungkin kau sudah lupa;
bagaimana menebak ilalang bergoyang kemana
atau menanti hujan sambil menyeduh kata di beranda;
tapi aku tidak

mungkin kau sudah lupa;
bagaimana hilir mudik kerbau di desa
yang sengaunya kadang membuat kita terbahak, tertawa meski
entah lucunya di mana;
tapi aku tidak

mungkin kau sudah lupa;
bagaimana terharunya aku ketika kau tetap setia,
menantiku menyelesaikan magrib, sebelum petuah Mang Ujang berkoar di Mushola;
tapi aku tidak

mungkin kau sudah lupa;
monopoli, gatrik, galah, loncat karet, bulu tangkis, bola bekel,menjadi warna permainan kita
di sela-sela hari untuk menghibur hidup yang terlalu matematika;
tapi aku tidak

mungkin kau sudah lupa;
bagaimana kita pernah menaruh logika, pada ketiadaan rasa cinta?
menjadi galau jauh sebelum kata
itu menggaung hari ini, hahaha;
tapi aku tidak

mungkin kau sudah lupa;
bentuk buku harian kita, berapa halamannya, di mana ada gundah, bahagia, bahkan kecewa yang tertoreh di sana;
tapi aku tidak

mungkin kau sudah lupa;
bagaimana hari terakhir kita bersama, setelah Gombong menjadi pilihan kota, kau menetap di sana;
tapi aku tidak

mungkin kau sudah lupa;
bagaimana nama Violet, Angel dan Sweety tercipta,
VAS begitu kita menyebutnya;
tapi aku tidak

mungkin kau sudah lupa;
sebagian kisah atau seluruhnya;
tapi aku berusaha tidak melupakannya

dan tahukah kau, Angel?
kini ada Queen-sha, begitu Violet menamakan anaknya
pipinya lunak padat seperti ibunya,
aku dibuat gemas jadinya,
hingga sempat ku tanya,
kira-kira bagaimana rupa anak Angel dan Sweety?

bahkan sebelum ku sempat bertanya ke sana,
ku hanya bisa menduga-duga, sudahkah kau temukan tambatan hati di sana?

*untuk Nur Ayu Sekar Ningsih, semoga kau membaca ini…
aku tak tahu harus menyampaikan rindu untukmu kemana…
semoga kau selalu baik-baik saja,
dimana kau berada

Karawang, 7 Desember 2012,
Djayanti Nakhla Andonesi